Tips Menghadapi Anak Tantrum di Tempat Umum

Usia balita merupakan masa di mana anak-anak terlihat lucu dan menggemaskan. Setiap perkembangannya menjadi konsern mamah-mamah muda dan mendokumentasikan. Tidak jarang, mahmud ini memvideokan dan mensharenya di akun media sosial mereka. Hal ini dilakukan dengan berbagai tujuan.  Salah satunya berpikir, bahwa mereka bisa menyimpannya di media sosial dan mengambilnya sewaktu-waktu. Yang lain beranggapan, momen-momen menggemaskan buah hati layak untuk disimak oleh umum. Well, semuanya kembali ke pilihan Anda semua.

Tips Menghadapi Anak Tantrum di Tempat Umum

Namun, bagaimana jika yang terekam kamera adalah momen di mana buah hati sedang resah atau istilahnya tantrum. Kondisi di mana si buah hati melupakan manner yang pernah diajarkan dan bersikap semaunya seperti berteriak-teriak, berguling-guling di lantai/tanah bahkan memukul siapapun yang mendekat.

Jangan panik, Bunda! Sebelumnya, yuk kita pahami dulu apa itu tantrum anak  yang seharusnya memang hanya ada pada anak-anak. Karena, tantrum merupakan ledakan emosi anak-anak atau orang-orang yang mengalami kesulitan mengontrol emosi. Ledakan emosi ini ditunjukkan dengan berteriak-teriak, berguling-guling, memukul diri sendiri atau orang lain dan menangis histeris.

Pada usia balita ini adalah hal yang wajar terjadi, karena terkadang anak berada dalam kondisi frustasi akibat tidak mendapat perhatian yang dibutuhkan. Sesekali tantrum juga diartikan sebagai unjuk kekuatan sang buah hati pada orang tuanya untuk mendapatkan apa yang diinginkan. Lalu, bagaimana kalau ini terjadi di tempat umum? Tidak usah malu, ya Bun! Lalu, apa yang harus dilakukan jika ini terjadi? Simak tips-tips di bawah ini ya…

Tips Menghadapi Anak Tantrum di Tempat Umum dengan Baik

  1. Beri waktu untuk dirinya sendiri

Pada saat tantrum, anak akan menggunakan energinya untuk menarik perhatian bunda dengan cara berteriak-teriak, menangis menjerit-jerit hingga berguling-gulingan. Sesuatu yang mereka pahami tidak boleh dilakukan. Pada saat itu terjadi, bunda tidak perlu malu. Cukup damping saja sambil berkata, baik, jika sayang ingin berteriak-teriak, silakan. Bunda beri waktu. Kalau sudah selesai, beri tahu bunda ya!

Dengan demikian anak akan merasa sikapnya tidak memancing kemarahan orang tuanya. Dan biasanya mereka akan segera mengurangi tantrumnya.

  1. Ajak bicara

Ketika buah hati sudah mulai tenang, barulah bunda bisa mengajaknya bicara. Katakan dengan suara tenang dan penuh sayang. Tanyakan apa kebutuhannya. Buat sang anak merasa bahwa orang tuanya akan mendengarkan anak yang mau berbicara dengan sopan. Dengan begitu anak akan merasa bahwa tantrumnya tidak akan mendapatkan apa-apa.

Cerita Lainnya : 4 Penyakit Berbahaya! Wanita Punya Resiko Lebih Besar

  1. Beri ciuman dan pelukan

Jika anak mau disentuh, katakan padanya bahwa bunda ingin memeluknya. Sampaikan pada sang buah hati, bunda akan memeluk dan menciumnya sampai dia merasa hatinya tenang. Sehingga dia tidak perlu melakukan tantrum untuk mendapatkan pelukan dari bundanya.

  1. Hentikan kegiatan bunda

Kondisi tantrum adalah momen di mana sang anak mencari perhatian orang tuanya. Walaupun bunda tidak memberikan yang dia mau, tetaplah selalu berada di sampingnya dan jangan mengabaikan. Karena pengabaian hanya akan meningkatkan level tantrumnya. Katakan padanya, tidak perlu berteriak-teriak jika ingin sesuatu. Bunda akan berada di sini sampai tantrum adek selesai. Kata-kata ini dan kehadiran bunda akan memberikan rasa nyaman yang akan mampu mengurangi tantrumnya.

Tips-tips di atas harus dilakukan dengan kondisi tenang dan sabar. Bunda tidak perlu merasa malu karena bagi yang memahami ilmu parenting, tantrum pada usia balita adalah hal yang wajar. Selesaikan tantrum balita Bunda dengan perasaan tenang tanpa merasa dijudge oleh orang sekitar.

 

You may also like...